Waspadalah Terhadap Wabah LGBT



Kampanye terhadap gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) sudah semakin marak dan semakin nyata di Indonesia. Dari dunia online hingga kalangan aktivis saling mempropagandakan dan mendukung LGBT agar dapat diterima oleh masyarakat luas karena penyimpangan seks itu menurut mereka sudah bawaan dari lahir (fitrah).
Seorang laki-laki bisa saja menyalurkan hasrat seksualnya kepada sesama laki-laki, begitu juga sebaliknya perempuan juga bisa saja menyalurkan hasrat seksualnya kepada sesama perempuan. Namun pemenuhan hasrat seksual ini tidak dapat dibenarkan oleh sang Pencipta- Nya dan agama islam.
Dengan Allah menciptakan naluri seksual manusia untuk menghendaki agar keturunan manusia tidak punah dan Allah menciptakan istri-istri untuk melahirkan anak dan cucu kalian. sebagaimana di dalam firman Allah di dalam Al Qur’an:
وَاللهُ جَعَلَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِّنْ الطَّيِّبٰتِ ۗ أَفَبِالبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللهِ يَكْفُرُوْنَ7ۙ۝
Artinya: dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepadda yang bathil dan mengingkari nikmat Allah? (An Nahl: 72)
            Nabi Muhammad juga di dalam hadistnya menyuarakan untuk melarang dan mencegah perbuatan penyimpangan seksual, bahkan melarang laki-laki menyerupai wanita atau sebaliknya sebagaimana di bawah ini:
Rasulullah SAW bersabda:
لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا المَرْأَةُ إِلَى عَوْرَة المَرْأَةِ، وَلَا يُفْضِي الرَجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي ثَوْبِ وَاحِدِ، وَلَا تُفْضِي المَرْأَةُ إِلَى المَرْأَةِ فِي الثَّوْبِ الوَاحِدِ (رواه البخاري)
Artinya: laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain dan perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain. Laki-laki tidak boleh telanjang dengan laki-laki lain dalam satu selimut dan perempuan juga tidak boleh telanjang dengan perempuan lain dalam selimut. (H.R. Bukhori)
Ibnu Abbas mengatakan:
لَعَنَ النَّبِي صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُخَنِّثِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ، وَالمُتَرَجِّلَاتِ مِنَ النِّسَاءِ (رواه البخاري)
Artinya: Nabi SAW melaknat laki-laki yang berperilaku seperti perempaun dan perempuan yang berperilaku  seperti laki-laki. (H.R. Bukhori).
LGBT adalah bawaan dari lahir ?
            Di salah satu buku Dr. Adian Husaini menceritakan tentang pengakuan si fulan yang dulunya seorang homo. Semula fulan memiliki kekertarikan kepada wanita atau normal, namun ketika si fulan kehilangan sosok ayah ia mulai sering giat main internet di dalam kamarnya sendirian. Dari situlah penyakit itu muncul, diawali dari masuk jaringan komunitas homoseksual. Ia semakin jauh dan semakin terseret oleh penyakit itu. Ia mulai tidak tertarik dan menyukai perempuan dan mulai menyukai laki-laki. Fenomena si fulan ini oleh Dr. ardian dimanakan “lapar ayah”. Namun sekarang si fulan sudah bertaubat dan mulai membenah diri dan memperbaiki diri.
            Dalam kasus ini membuktikan bahwa apa yang disuarakan oleh kelompok LGBT bahwa LGBT sudah ada sejak seseorang lahir  atau kondisi bawaan telah di bantah di dalam cerita diatas. LGBT terbukti bisa menular dan menjangkit kepada semua manusia yang pada mulanya normal. Di dalam kasus ini juga kita paham bahwa LGBT itu bisa di sembuhkan dengan bimbingan konsling dengan psikiater yang berorientasikan religi agar dapat dicarikan jalan keluar untuk hidup yang wajar.
Penanggulangan penyakit LGBT
            Sebagai penyakit masyarakat yang telah mewabah ke seluruh penjuru dunia, LGBT harus di tangani dengan serius dalam pencegahan dan penyebarannya, maka pecegahan yang harus dilakukan oleh masyarakat secara umum dan ummat muslim secara khusus adalah:
Pertama, perlunya melakukan tinjauan terhadap peraturan perundang-undangan yang memberikan hak untuk kebebasan dalam praktek penyimpangan seksual ini. Kedua, adanya pembuatan klinik LGBT untuk memberikan penyuluhan keagamaan kepada penderita LGBT dalam rangka mengobati mereka. Ketiga, perlunya media masa dalam menyuarakan pelarangan LGBT dan memberikan kisah-kisah para pegiat LGBT yang telah bertaubat sehingga masyarakat mengetahui bahayanya penyakit ini. Keempat, kaum muslim perlu mendakwahkan tentang bahayanya LGBT ini kepada halayak luas.
Kesimpulan
            LGBT menurut islam adalah penyakit masyarakat yang sudah menular di berbagai pelosok dunia. Para aktivis LGBT tidak sungkan untuk melakukan propagandanya di mana saja untuk menuarakan LGBT itu baik. Namun islam tetap pada pendiriannya dalam pelarangan LGBT.

            Dalam pencegahan dan penanggulanan wabah LGBT, terdapat trobosan baru dalam menghentikan wabah ini menyebar ke masyarakat umum yaitu dengan menyadarkan masyarakat luas akan bahayanya wabah LGBT ini dan memberikan informasi untuk tidak dekat-dekat dengannya. 


Komentar

Postingan Populer